Tampilkan postingan dengan label MUKTAMAR KE-47. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUKTAMAR KE-47. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2015

TUGAS KELIPING MUKTAMAR MUHAMMADIYA KE-47 DI MAKASAR

TUGAS  KELIPING
MUKTAMAR MUHAMMADIYA KE-47
DI MAKASAR










DISUSUN OLEH : 1. _____________________
2. _____________________


SMK MUHAMMADIYAH 3 KLATEN TENGAH
JL. Jombor Indah KM. 1 Buntalan, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah. Telp. (0272 328033

TAHUN 2015


Minggu, 09 Agustus 2015

Muhammadiyah Expo Kabupaten Klaten










Haedar Nashir

Haedar Nashir Optimistis Bisa Pimpin Muhammadiyah

 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yakin bisa mewujudkan visi dan misi Muktamar ke-47 Makassar. Meski kerap menyampaikan beratnya amanah yang harus diembannya sebagai Ketum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, Haedar mengaku tetap optimistis.
"Kami tetap percaya. Di belakang kami ada tujuh organisasi otonom, 34 Pimpinan Wilayah, 488 Pimpinan Daerah, 3655 Pimpinan Cabang, dan 13.540 Pimpinan Ranting," ujar Haedar dalam sambutan penutupan Muktamar di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8).
Sebelumnya, pada sambutan usai serah terima jabatan, Haedar secara khusus menyebut keberhasilan pendahulunya Din Syamsuddin. Ia mengaku capaian Din sangat membantu proses keberlanjutan gerakan di Muhammadiyah.
Sebagai pemimpin persyarikatan ke-15 di Muhammadiyah, Haedar akui ada bayang-bayang mantan pemimpin terdahulu di belakangnya. Ia akui mengemban amanah di pundak tidak mudah.
Keadaan itu, kata Haedar, seperti ketika Umar bin Khattab menyebut Abu Bakar akan membuat lelah para khalifah sesudahnya. Tetapi, Haedar merasa yakin tidak akan lelah. "Inshaallah tidak akan lelah karena saya bersama 12 orang yang juga tokoh besar," kata Haedar. 
 
 
 

Nasihat Buya Syafii untuk Pimpinan Muhammadiyah Terpilih

MAKASSAR -- Organisasi Islam Muhammadiyah telah menentukan 13 pimpinan baru dalam menyongsong lima tahun ke depan. Haedar Nashir pun terpilih menjadi Ketua Umum Muhammadiyah mengantikan Din Syamsudin.

Mantan Ketua Umum Muhamamdiyah Safii Maarif menuturkan, Muhammadiyah dibawah 13 pimpinan baru ini harus segera melakukan revitalisasi. Muhammadiyah harus memperkaya ilmu dan wawasaan bukan hanya ke dalam namun dengan berani tampil keluar.

"Pertama idiologis wawasan kebangsaan harus dipertajam dan diperluas. Karen Muhammadiyah bukan hanya membuktikan bagi diri sendiri tapi membuktikan bagi bangsanya," ujar Syafii, Jumat (7/8).

Para pimpinan Muhammadiyah juga diminta untuk mempersiapkan kader yang mumpuni. Baik dalam bidang ekonomi, pendidikan atau teknologi, semua kader Muhammadiyah harus menjadi manusia terbaik. Dengan ini mereka akan mampu berbakti bagi negara melalui jalur apapun.

"Haedar paham ini, dia pasti bisa," ungkap Syafii.

Mengenai perbedaan karakter Din dan Haedar, Syafii menilai bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang baik. Artinya tidak ada kemonotonan dalam tubuh Muhammadiyah.

 

 

Haedar Nashir Optimistis Wujudkan Visi dan Misi Muhammadiyah

MAKASSAR -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yakin, dengan kekuatan Muhammadiyah, bisa mewujudkan visi dan misi Muktamar ke-47 Makassar. Meski kerap menyampaikan beratnya amanah yang harus ia emban sebagai Ketum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, Haedar tetap optimistis.
"Kami tetap percaya. Di belakang kami ada tujuh organisasi otonom, 34 Pimpinan Wilayah, 488 Pimpinan Daerah, 3655 Pimpinan Cabang, dan 13.540 Pimpinan Ranting," ujar Haedar dalam sambutan penutupan Muktamar di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8).
Sebelumnya, pada sambutan usai serah terima jabatan, Haedar secara khusus menyebut keberhasilan pendahulunya Din Syamsuddin. Ia mengaku capaian Din sangat membantu proses keberlanjutan gerakan di Muhammadiyah.  Sebagai pemimpin persyarikatan ke-15 di Muhammadiyah, Haedar akui ada bayang-bayang mantan pemimpin terdahulu di belakangnya. Ia akui mengemban amanah di pundak tidak mudah.
Keadaan itu, kata Haedar, seperti ketika Umar bin Khattab menyebut Abu Bakar akan membuat lelah para khalifah sesudahnya.  Akan tetapi, Haedar merasa yakin tidak akan lelah. "InsyaAllah tidak akan lelah karena saya bersama 12 orang yang juga tokoh besar," kata Haedar.


 

13 Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah


Muktamirin berfoto usai dilangsungkannya acara penutupan Muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah di Kampus Unismuh, Makasar, Sulsel, Jumat (7/8).

Muktamar Muhammadiyah menyoroti berbagai isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Berikut ini 13 rekomendasi Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Poin pertama adalah membangun masyarakat ilmu. Muhammadiyah mengajak perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Muhammadiyah, untuk menjadi Center of Excellence (pusat inovasi unggulan) berbasis sustainability dan center of technopreneurshop dalam bentuk universitas riset.

Kedua, toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Muhammadiyah mengajak umat Islam, khususnya warga Persyarikatan, untuk bersikap kritis dengan berusaha membendung perkembangan kelompok takfiri melalui pendekatan dialog, dakwah yang terbuka, mencerahkan, mencerdaskan, serta interkasi sosial yang santun.

Ketiga,  peningkatan daya saing umat Islam. Muhammadiyah menganjurkan agar umat Islam Indonesia berperan lebih aktif di tingkat internasional dan berkompetisi dengan umat Islam lain.

Keempat,  penyatuan kalender Islam. Muhammadiyah memandang perlu untuk adanya upaya penyatuan kalender hijriyah yang berlaku secara internasional, sehingga dapat memberikan kepastian dan dapat dijadikan sebagai kalender transaksi. Penyatuan kalender Islam tersebut meniscayakan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kelima, melayani dan memberdayakan kelompok difabel dan kelompok rentan lainnya. Muhammadiyah diperlukan komitmen dan kepedulian masyarakat dan Pemerintah untuk memperhatikan, memihak, melayani, dan melindungi kaum difabel sehingga mereka mendapatkan hak azasinya sebagai insan Tuhan.
Keenam, pengendalian narkotika psikotropika dan zat adiktif. Muhammadaiyah akan menggalang kerjasama dan sinergi dengan seluruh potensi masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, keagamaan maupun organisasi profesi untuk memberi perhatian dan berperan aktif dalam menanggulangi darurat zat adiktif (rokok, alkohol dan narkotika) di negara ini.

Ketujuh, tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Muhammadiyah telah menerbitkan buku Teologi Bencana serta memiliki Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan kemanusiaan yang piawai.

Kedelapan, memaksimalkan bonus demografi. Dalam dua dasa warsa ke depan Indonesia mendapatkan anugerah kependudukan atau bonus demografi dimana mayoritas penduduk terdiri atas kelompok usia produktif. Muhammadiyah mendorong seluruh kekuatan bangsa lebih bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas dan akhlak bangsa, terutama generasi muda.

Sembilan, gerakan berjamaah lawan korupsi. Muhammadiyah mendorong gerakan melawan korupsi terus diduplikasi secara masif dengan melibatkan semua elemen masyarakat sipil. Di tingkat internal Muhammadiyah bisa mendorong seluruh amal usaha Muhammadiyah untuk menerapkan good corporate governance dan melahirkan fatwa tarjih baru tentang haram memilih pemimpin yang korupsi.

Sepuluh, jihad konstitusi. Muhammadiyah menjadikan Jihad Konstitusi sebagai bagian tidak terpisahkan dari dakwah pencerahan menuju Indonesia berkemajuan untuk penyelamatan Indonesia dan masa depan generasi bangsa.

Sebelas, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Muhammadiyah mendorong aksi nyata secara bersama-sama dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak pemanasan global melalui usaha-usaha penghijauan hutan, mengubah gaya hidup yang boros energi, membersihkan polusi, membangun infrastruktur fisik yang ramah lingkungan, dan meminimalkan penggunaan kertas.

Dua belas, pemanfaatan teknologi komunikasi. Muhammadiyah mendorong umat Islam menguasai teknologi informasi. Kemampuan menguasai teknologi akan bermanfaat untuk sarana dakwah dan penyebarluasan faham dan gagasan yang utama. Jejaring antar manusia dapat dikembangkan menjadi jejaring ideologi, advokasi dan kerja sama yang membuana.

Ke-13 terkait human trafficking dan perlindungan buruh migran. Muhammadiyah memandang perlu dilakukan advokasi secara serius terhadap para pekerja Indonesia di luar negeri dan memberikan wacana yang benar mengenai kesamaan derajat manusia.

Kelompok Suka Mengafirkan Bertentangan dengan Islam

Muhammadiyah

  
Muhammadiyah.
Muhammadiyah senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal yang sarat dinamika, masalah, dan tantangan aktual yang kompleks dengan
keniscayaan melakukan ikhtiar mencermati, mengantisipasi, dan memberikan solusi strategis dalam bingkai Islam berkemajuan menuju pencerahan peradaban.
Melalui Muktamar ke-47 tanggal 18-22 Syawal 1436 H bertepatan 1-7 Agustus 2015 M di Makassar, setelah mencermati perkembangan aktual dalam berbagai ranah kehidupan maka Muhammadiyah menyampaikan isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Di antara isu keumatan adalah keberagaman yang moderat.
"Perkembangan mutakhir menunjukkan gejala meningkatnya perilaku keberagamaan yang ekstrem antara lain kecenderungan mengafirkan pihak lain (takfiri). Di kalangan umat Islam terdapat kelompok yang suka menghakimi, menanamkan kebencian, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain dengan tuduhan sesat, kafir, dan liberal. Kecenderungan takfiri bertentangan dengan watak Islam yang menekankan kasih sayang, kesantunan," demikian kesimpulan hasil Muktamar Muhammadiyah yang dikutip Republika, Ahad (9/8).

'Akar Masalah Suni-Syiah Persaingan Pengaruh Iran-Arab Saudi'


Muhammadiyah senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal yang sarat dinamika, masalah, dan tantangan aktual yang kompleks dengan keniscayaan melakukan ikhtiar mencermati, mengantisipasi, dan memberikan solusi strategis dalam bingkai Islam berkemajuan menuju pencerahan peradaban.

Melalui Muktamar ke-47 tanggal 18-22 Syawal 1436 H bertepatan 1-7 Agustus 2015 M di Makassar, setelah mencermati perkembangan aktual dalam berbagai ranah kehidupan maka Muhammadiyah menyampaikan isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Di antara isu keumatan adalah membangun dialog Suni-Syiah.

"Akhir-akhir ini energi umat tersedot dalam persoalan pertentangan antara pengikut kelompok Suni dengan Syiah. Walaupun masih dalam skala yang relatif kecil dan lokal, kekerasan Suni-Syiah berpotensi meluas dan mengancam sendi-sendi persatuan umat dan bangsa Indonesia," demikian pernyataan Muhammadiyah sebagaimana dikutip Republika, Ahad (9/8)

BELA DIRI INDONESIA